Hari-hariku biasa saja, hampir semua hari yang aku jalani selama ini tidak ada yang luar biasa. Bukannya aku tidak mensyukuri nikmat Allah yang diberikan-Nya padaku. Aku hanya merasa harus menindaklanjuti ke-eksistansiku di dunia ini. Aku ini adalah seseorang yang masih mencari jati diri. Aku belum bisa dikatakan seorang yang benar-benar menjadi ‘orang’. Nihil. Bukan nihil, tapi ‘belum’. Dan aku merasa hal ini sesuatu yang sangat serius, dan harus aku perjuangkan. Memang begitu seharusnya. Dan mungkin banyak orang di luar sana yang sama dengan keadaanku. Aku sekarang, belum punya sesuatu yang bisa dibanggakan. Dan berkali-kali orang tuaku, terlebih bapakku, sudah beribu-ribu kali menyampaikan nasehatnya. Entah apa yang ada di benakku saat ini, kenapa aku belum bisa memperbaiki diri, baik dan buruk yang ada pada diriku. Jujur, masih banyak keburukan yang ada di diriku, dan sampai saat ini belum bisa aku perbaiki. Aku berusaha, dan tetap berusaha.
Aku tidak akan mengatakan keburukanku sendiri di sini. Itu akan sangat aneh bila aku mengatakannya, biarlah orang yang menilai diriku, sungguh, aku tidak bisa menilai diriku sendiri. Kecuali aku adalah seorang yang punya banyak kekurangan. Dan aku bukanlah seorang yang pesimis, aku seorang yang optimistic. Aku mau tidak mau harus menanamkan itu dalam diriku. Aku yakin semua itu akan menuju hal yang baik.
Mungkin kata-kataku sekarang ini adalah salah satu bentuk gambaran dari diriku sendiri. Seorang gadis yang belakangan ini merenung dan kebanyakan menyendiri memikirkan kehidupan apa yang akan aku hadapi kelak. Aku tidak lebay, aku hanya berusaha menuliskan ini dengan kejujuran akan apa yang aku rasakan sekarang. Waktu tidak akan kembali, aku harus menggunakan waktuku sebaik-baiknya. Mulai sekarang.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar